PT Veritra Sentosa International dengan produk Paytren menggelar gerakan “Indonesia Berbagi Senyum Lebaran”, Sabtu (17/6/2017).

Gerakan dengan hastag #berbagisenyumlebaran serentak digelar di berbagai tempat di Indonesia dan 34 negara lainnya dimana komunitas PayTren berada.

Gerakan yang dicanangkan oleh Ustaz Yusuf Mansur, pemilik PayTren, ini adalah turun ke tetangga dan lingkungan sekitar dengan berbagi bingkisan, kue-kue hingga pakaian lebaran dan diwajibkan untuk para mitra PayTren.

“Ini khusus untuk mitra Paytren, ‘wajib’ turun pake atribut Paytrennya, bukan buat pamer tapi syiar, berbagi kepositifan, berbagi spirit! dengan hastagnya #berbagisenyumlebaran”, kata Ustaz Yusuf Mansur melalui Managing Director PayTren, Hari Prabowo, didampingi Rikrik Saptaria sebagai Creative PayTren, di kawasan Parahyangan Business Park The Suites Metro, Jalan Sukarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (18/6/2017).

Hari Prabowo juga menyerukan kepada karyawannya untuk bergerak turun ke lingkungan kantor yang berada di kawasan Parahyangan Business Park The Suites Metro, yakni mengunjungi sejumlah masjid sekitar untuk berbagi peralatan dan kelengkapan mesjid seperti Alquran, audio set, karpet, sajadah, mukena dan lainnya yang membutuhkan.

Adapun masjid-masjid yang didatangi antara lain; Masjid Al Amal di Jalan Kawaluyaan, Masjid At Taufiq Jalan Parakansaat-Panarayaan, kemudian Masjid Al Ihsan Jalan Parakansaat-Cisaranten Endah, dan Mesjid Al Huda yang berada di Jalan Cibodas-Antapani.

“Gerakan ini adalah menebarkan energi positif dan memaknai kembali arti silaturahmi di bulan ramadan ini. Spirit inilah yang memelihara kita pada rasa ikhlas dan mempererat tali persaudaraan baik itu antara mitra, karyawan dan keduanya dengan masyarakat di luar sana,” ujarnya.

Hari mengatakan bahwa PayTren merupakan produk digital financial services yang sedang bertumbuh kembang menuju Financial Technology atau Fintech dengan platform yang unik dari penyedia aplikasi bayar-bayar sejenis di pasaran pada umumnya.

Lisensi untuk menggunakan jasa aplikasi PayTren dipasarkan dengan pola penjualan langsung berjenjang atau direct selling, secara khusus melalui komunitas.

Sistem PayTren menggunakan teknologi Android dan IOS  sebagai server based dan akan menambah channel ke card base dengan menggunakan media kartu.

Perusahaan ini sedang gencar-gencarnya melebarkan sayapnya untuk go international dan kini sedang dalam proses kerjasama dengan beberapa perusahaan internasional Asia dan Eropa.

“Targetnya adalah satu miliar pengguna. Sampai saat ini pengguna aplikasi PayTren yang existing lebih dari 1,4 juta. Kekhasan dari PayTren adalah tidak menggunakan terminologi ‘member’ melainkan mitra atau pengguna,” kata Hari. (*)  

 

sumber : http://jabar.tribunnews.com